CERITA 1

Ibuku hanya memiliki satu mata

Ibuku hanya memiliki satu mata.
Aku membencinya.. dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan.

Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah untuk menopang keluarga.
Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini padaku!!

Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya.

Keesokan harinya di sekolah

Ibumu bermata satu?!?! ??. eeeee ejek seorang teman.
Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini.

Jadi kemudian aku katakan pada ibuku.. Ma, kenapa engkau hanya memiliki satu mata? Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang-orang , kenapa engkau tidak segera mati saja?!!! ?

Ibuku diam tak bereaksi.

Aku merasa tidak enak, namun disaat yang sama, aku rasa aku harus mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini. Mungkin ini karena ibuku tidak pernah menghukumku, akan tetapi aku tidak berfikir kalau aku telah sangat melukai perasaannya.

Malam itu..

Aku terjaga dan bangun menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum.
Ibuku sedang menangis disana terisak-isak, mungkin karena khawatir akan membangunkanku. Sesaat kutatap ia, dan kemudian pergi meninggalkannya.

Setelah aku mengatakan perasaanku sebelumnya padanya, aku merasa tidak enak dan tertekan. Walau demikian, aku benci ibuku yang menangis dengan satu mata. Jadi aku bertekad untuk menjadi dewasa dan menjadi orang sukses .

Kemudian aku tekun belajar. Aku tinggalkan ibuku dan melanjutkan studiku ke Singapore.

Kemudian aku menikah. Aku membeli rumahku dengan jerih payahku. Kemudian, akupun mendapatkan anak-anak, juga.

Sekarang aku tinggal dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggal ini karena tempat ini dapat membantuku melupakan ibuku.

Kebahagiaan ini bertambah besar dan besar, ketika..

Apa ?! Siapa ini?!

Ini adalah ibuku? Masih dengan mata satunya. Aku merasa seolah-olah langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku lari ketakutan melihat ibuku yang bermata satu.

Aku bertanya padanya, Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu! !� Kukatakan seolah-olah itu benar. Aku memakinya. Berani sekali kamu datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak-anakku! KELUAR DARI SINI! SEKARANG JUGA!

Ibuku hanya menjawab.. Oh, maafkan aku. Aku mungkin salah alamat.

Kemudian ia berlalu dan hilang dari pandanganku.

Oh syukurlah.. Dia tidak mengenaliku. Aku agak lega. Kukatakan pada diriku kalau aku tidak akan khawatir atau akan memikirkannya lagi. Dan akupun menjadi merasa lebih lega.

Suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah dikirim ke alamat rumahku di Singapore Jadi, aku berbohong pada istriku bahwa aku akan melakukan perjalanan dinas. Setelah menghadiri reuni sekolah, aku mengunjungi sebuah gubuk tua, dulu merupakan rumahku? Hanya sekedar ingin tahu saja.

Di sana, aku mendapati ibuku terjatuh di tanah yang dingin. Tapi aku tidak melihatnya ia mengeluarkan air mata. Ia memegang selembar surat ditangannya. Sebuah surat untukku.

Anakku
Aku rasa hidupku cukup sudah kini
Dan aku tidak akan pergi ke Singapore lagi
Tapi apakah ini terlalu berlebihan bila aku mengharapkan engkau yang datang mengunjungiku sekali-kali
Aku sungguh sangat merindukanmu

Dan aku sangat gembira ketika kudengar bahwa engkau datang pada reuni sekolah . Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahan. Demi engkau..

Dan aku sangat menyesal karna aku hanya memiliki satu mata, dan aku telah sangat memalukan dirimu.

Kau tahu, ketika engkau masih kecil, engkau mengalami sebuah kecelakaan, dan kehilangan salah satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak bisa tinggal diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya memiliki satu mata. Jadi kuberikan salah satu mataku untukmu.

Aku sangat bangga akan dirimu yang telah dapat melihat sebuah dunia yang baru untukku, di tempatku, dengan mata tersebut. Aku tidak pernah merasa marah dengan apa yang kau pernah kau lakukan.
Beberapa kali engkau memarahiku?

Aku berkata pada diriku.. Ini karena ia mencintaiku..

Teman-temanku..

Pesan (di atas) ini sungguh memiliki sebuah arti yang sangat mendalam dan dikirim untuk mengingatkan banyak orang bahwa kebaikan yang telah mereka nikmati selama ini adalah berkat seseorang, entah secara langsung maupun tidak langsung.

Renungkan sesaat dan lihatlah dirimu!.

Berterima kasihlah akan apa yang kamu miliki saat ini dibandingkan dengan jutaan orang yang tidak memiliki kehidupan seperti yang engkau peroleh saat ini !

Bawalah (selalu) ibumu dalam doa di mana saja engkau berada !

-sekian

CERITA 2

Semua berawal dari MIMPI

ini cerita pengalaman pribadi saya sendiri. Mungkin jika anda membaca pengalaman ini, anda merasa cerita ini biasa saja. Tapi inilah pengalaman saya walaupun hanya kebetulan tapi sangat berkesan pada saya bahwa mimpilah awal dari kesuksesan kita.
Dulu sewaktu saya kelas 2 SMA saya menginginkan memelihara seekor iguana. Ya.. Saya adalah penghobby reptil kelas teri yang masih kecil kecilan saja. Sewaktu itu harga seekor iguana remaja berkisar Rp. 800.000,
-, itu adalah harga yang masih mahal buat anak SMA seperti saya, apalagi saya dari keluarga yang biasa biasa saja. Jadi saya hanya bisa bermimpi buat memelihara seekor iguana dewasa karena faktor ekonomi. setelah kelas 3 SMA saya masih berpikiran bahwa saya pasti bisa membeli iguana dengan usaha saya. Alhasil saya mendapatkan uang sebesar Rp. 300.000,- dari tante saya karena saya ulang tahun. Kesempatan itu tidak saya sia siakan, saya membeli sepasang reptil Leopard gecko. Waktu itu leopard gecko belum hits di kalangan penghobby. Saya hanya membeli yang paling murah. Dan dari sepasang leopard gecko itu saya coba buat diternakkan, saya mempelajari dari semua informasi yang ada. Dan alhamdulillah berhasil. Dari sepasang leopard gecko itu menghasilkan 11 butir telur (dalam waktu 4 bulanan). Kemudian seiring dg menetasnya satu persatu anakan dari leopard gecko itu mulailah leopard gecko di kenali banyak penghobbi reptil dan sekitar 4 bulanan banyak telur
berhasil menetas hanya 2 yang gagal. Kemudian dari anakan gecko itu saya jual kepada penghobby penghobby dg kisaran harga Rp 200.000,- per ekor anakan. Dan alhamdulillah saat ini saya bisa membeli seekor iguana dewasa dengan harga Rp 900.000,- dan kandangnya tanpa meminta tambahan uang dari orang tua saya. Jadi saat saya berhasil membeli iguana itu saya teringat bahwa taun lalu saya hanya bermimpi untuk memelihara iguana.

walaupun ini cerita tentang hobbi saya, cerita inilah yang membuat saya selalu berinspirasi bahwa..

“semua targetmu tidak akan berhasil jika tanpa MIMPI dan kesabaran”